Lima hari Kemudian…
Hanya berselang 5 hari setelah perpisahan dengan Ust. Ahmad. Musholla SMPIT Al-Ittihad Rumbai kembali menjadi saksi suasana haru di acara Pisah Sambut Ust. Dol Bakri dengan penggantinya Ust. Yahya Sumiyanto, seorang ust. Muda yang akan menggantikan peran Ust. Dol mengajarkan Bahasa Indonesia di Sekolah ini.
Kali ini Afirma Kitania Elena yang menjadi MC acara ini. Format acara tidak teralu berbeda. Acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Quran oleh Patra Nizar (Kelas VII Ali), selanjutnya kata kenangan dari Yolanda Julia Perel Putri (Kelas VIII Aisyah), perwakilan dari azatidz adalah Ust. Riko Rizki, S.Pd, dilanjutkan oleh Ust. Suhanta, S.Ag dan dari Ust. Dol sendiri.
Yolan menyampaikan kenangan saat belajar dengan Ust. Dol, dimana kala ada masalah dalam pelajaran atau masalah lainnya baik di kelas ataupun pada diri siswa, Ust. Dol akan mencarikan jalan keluarnya. Jika saat belajar sudah mulai lemes dan tidak fokus, biasanya ust. Dol kembali menyegarkan suasana kelas dengan “Senam Cinta” dan berbagai games seru lainnya. Kami tentu akan merasa kehilangan.
Ustadz Riko menyampaikan bahwa sebenarnya dia tidak enak karena harus mewakili asatidz, karena dia masih tergolong baru dan masih muda dibanding asatidz lainnya, tapi karena desakan OSIS maka akhirnya dirinya bersedia. Dia menceritakan bahwa Ust. Dol adalah teman satu kampus saat kuliah di Universitas Negeri Padang (UNP) dulu, ust. Dol yang dia kenal adalah sosok yang gigih, cerdas dan teguh pendirian. Saat kuliah dulu Ust. Dol tinggal di Masjid. Ust.Dol ebih dulu dari dirinya dan mendapatkan nilai terbaik. Beberapa saat setelah menyelesaikan kuliah dia mendapatkan panggilan untuk mengajar di SMPIT Al-Ittihad ini, dan saat ust. Riko akhirnya ditakdirkan Allah SWTbertemu kembali di sekolah ini. Ust.Dol dan Ust.Badar lah yang dikenal oleh Ust. Riko dan banyak memberi masukan dan bantuan dalam beradaptasi di lingkungan baru ini, hingga mencarikan tempat kos baginya. Dia juga mengenang saat bersama Ust.Dol menjadi pembimbing Jamnas di Cibubur, makan seafood di pinggiran sungai Cibubur, suasana saat itu begitu romantis dalam persaudaraan iman dan Islam, kata ustadz pengampu mata pelajaran IPS ini yang sebentar lagi akan segera melepas masa lajangnya ini
(makanya senang dengan hal-hal romantis). Di akhir sambutan Ust. Riko menyampaikan Pantun “ngeRujak”nya.
Ust.Suhanta mengucapkan terimakasih atas semua apa yang telah diberikan selama ini terutama bimbingan ust.Dol atas berbagai prestasi yang diraih oleh para siswa. Kembali ust. Suhanta mempersembahkan tiga buah pantun perpisahan bagi Ust.Dol yang intinya permohonan agar hubungan silaturahim yang telah terjalin ini tidak terputus, dan mohon maaf atas segala kesalahan yang ada serta mendoakan semoga ust.Dol lebih berprestasi lagi di tempat tugas yang baru.
Saat ust.Dol memberikan kata kenangan beliau mengatakan sangat banyak kenangan indah terjadi di sini. Beliau mengatakan bahwa saat datang ke Pekanbaru ini hanya bermodalkan ilmu yang ada serta keyakinan akan janji Allah bagi orang yang mau berusaha dan bekerja keras. uang untuk Ongkosnya pun saat itu adalah pemberian dari seorang jemaah masjid tempat dia menumpang hidup. Ust. Dol berpesan agar para siswa tidak cengeng dan mudah menyerah bila terjadi masalah atau kesulitan, hadapi dengan gagah berani karena Allah pasti akan menunjukkan jalan keluarnya. Bapak dari 1 rang putra ini juga berpesan pada para guru agar lebih meningkatkan kekompakan dan kualitas diri untuk kemajuan sekolah ini ke depan. Beliau juga minta maaf bila selama bergaul di sini ada kata, sikap dan tingkah laku yang salah. Yang dia lebih setuju bahwa pertemuannya dengan semua komponen SMPIT ini adalah awal dari banyak hal baik dan indah yang akan dialaminya di masa depan.
Setelah itu anak-anak dari ALPAAD mempersembahkan beberapa lagu yang cukup mengharukan, (beberapa lagu SO7 nih) meski hanya latihan beberapa jam sebelum tampil tapi penampilan mereka cukup bagus. Acara ini disambung dengan penampilan puisi karya Hilmy Mahfuzra oleh tim puisi SMPIT Al-Ittihad (Olvi Astanaini, Sonia Andama, Nandhika A. Noor, dan Fikry Marlin).
Setelah itu anak ALPAAD, Kelas Khodijah, memberikan bingkisan kenangan bagi ust.Dol, juga satu buah helm yang ditempeli stiker SWAG dan foto tulisan grafiti ALPAAD yang disusun dari kayu yang terbakar.
Semoga semua ini menjadi kisah-klasik untuk masa depan. Yang jelas mari selalu kita berbuat yang terbaik, agar kebaikan-kebaikan itu menebar kebaikan lainnya di sekeliling kita. Siapapun kita, dimanapun kita berada. Amin.




Ustadz Dol,
semoga kebaikan senantiasa menyertai langkahmu….
ustd. ardy, kereen tuh, yg utk UN ALPAAD juga stad??
jga ksehatan stad!
Sering2 main ke pekanbaru ust. Mudah2an Allah SWT selalu merahmati antum sekeluarga..:)