Haru Perpisahan
Seusai sholat jumat tadi, tepatnya jam 14.00 di Musholla SMPIT Al-Ittihad diadakan acara perpisahan dengan salah seorang ustadz yang akan melanjutkan tugas ditempat yang baru. Beliau adalah ustadz Ahmad Supangat.
Pada acara ini Ivan (Ketua Osis) bertindak selaku pembawa Acara. Nandhika A. Noor membacakan ayat-ayat suci Al quran dengan lantunan suara yang syahdu menciptakan suasana haru karena tak satu orang pun berbicara saat, semua mendengarkan dengan seksama. Suasana haru mulai meliputi Musholla tatkala Zainuddin sebagai perwakilan dari siswa menyampaikan kata kenangan bagi ustadz Ahmad. Dengan narasi dan untaian kata yang indah kenangan demi kenangan akan kebersamaan dengan sang guru, Ustadz Ahmad Supangat, saat dalam pembelajaran bagaimana tingkah dan polah siswa saat idtegur karena tidak mengerjakan PR, saat di musholla ust. Ahmad selalu berusaha membuat suasana yang kondusif untuk beribadah dengan khusuk, ketauladanan bagaimana beliau sangat anti dengan sampah, saat-saat bermain bola dengan tendangan volley-nya, bermain catur dengan para siswa saat menunggu jemputan, kesemuanya mengalir indah dan menyentuh nurani untuk tidak dapat menahan haru. Dua kata khusus yang mungkin berarti biasa saja bagi orang lain, tapi sangat berarti para siswa terutama pada saat perpisahan itu, Maaf dan terimakasih, guruku.
Setelah itu ustadz Badar diminta memberikan kata kenangan mewakili para guru. Ust. badar juga menceritakan bagaimana mereka berdua bersama-sama mulai mengajar di sekolah ini, masih sama-sama bujangan, tinggal di satu kamar kos yang sama, pergi mengajar mengendarai sepeda. dan banyak lagi kisah yang kesemuanya meninggalkan kesan dan kenangan yang baik tentang ustadz Ahmad yang memang diketahui bersama memiliki karakter yang tegas, disiplin, dan tidak banyak bicara tetapi lebih banyak bekerja.
Ustadz Suhanta sebagai Kepala Sekolah memberikan kata kenangan berikutnya, beliau mengatakan bahwa semua yang hendak disampaikannya sudah disebutkan tadi, beliau menyampaikan rasa terima kasih yang setinggi-tingginya atas kebersamaan, kerja keras, ketauladanan dan semua hal yang telah dilakukan untuk sekolah ini. Ustadz Suhanta juga mempersembahkan 3 bait pantun bagi ustad Ahmad yang intinya ucapan terimakasih dan doa serta pesan agar tidak melupkan SMPIT Al-Ittihad dan agar hubungan silaturahim tetap terjaga. hari ini kita bersedih tapi kita tidak boleh larut dalam kesedihan ini katanya. Ust. Suhanta juga memperkenalkan guru yang nantinya akan menggantikan ust. Ahmad mengajar PPKn yaitu ust. Mukrim
Tibalah saatnya ust. Ahmad yang menyampaikan kata-kata kenangan, suasana semakin mengharu biru, terlihat beberapa bola mata sudah berkaca-kaca, ditambah lagi ust Ahmad menyampaikan kata kenangan dengan suara terbata menahan keharuan yang seperti hendak menyeruak. Pesan belaiau kepada para siswa adalah Belajar, Belajar dan terus belajar, agar berhasil dunia akhirat. Untuk para guru beliau berpesan agar tetap menjaga ukhuwah, jangan pernah bersyak wasangka, tetap kompak, sehingga ke depan sekolah ini akan lebih maju.
Sesaat kemudian lampu dipadamkan tampillah sesosok tubuh perempuan bermukena dan beberapa saat kemudian diikuti oleh seorang laki-laki sambil menyeeret sesosok makhluk sperti kuda, lelaki ini berseru-seru memanggil dan mencari-cari emaknya… Ternyata ini adalah Poem Performance sebagai hiburan agar para hadirin tidak terlalu larut dalam suasana kesedihan. Penampilan ini dibawakan oleh si Jawara puisi SMPIT Al-Ittihad yang sarat prestasi M.Anugerah Lukyta, Zainuddin dan Jimmy Ruli Hendana, mewakili ALPAAD dan seluruh siswa. Mereka mengatasnamakan angkatan mohon maaf kepada ust. Ahmad dan semua guru bila belum menjadi murid yang baik, dan kepada adik-adik kelas bila belum menjadi contoh yang baik.
Sejurus kemudian Jaq Mulia diminta menyerahkan bingkisan kenangan kepada Ust. Ahmad, suasana kembali haru karena Jaq seperti tak kuasa dan mencoba memaksakan diri memberikan bingkisan itu. Setelah bingkisan diterima Jaq mencium tangan ust. Ahmad dengan takzim dan mereka berpelukan. Pembacaan doa oleh Ricko Yorinda Putra menjadi penawar suasana, yang mengisi relung-relung hati dengan rasa penuh ketakutan atas segala khilaf yang diperbuat, memancarkan sejuta pengharapan atas ampunan, rahmat serta berkah dari Allah dan membuat jiwa tercerahkan oleh optimisme menghadapi hari esok lebih baik.
Acara saling bersalaman dan bermaafan menjadi penghujung dari rangkaian acara ini dan dipungkasi dengan sholat Asar berjamaah. Oops..beberapa pekan ke depan mungkin akan ada acara seperti ini lagi.




insya allah nggak ada acara ini selamanya ! sedih amet nich hiks
don,t go ust dol bakri !!!!!!!!!!!!!
huuuaaa
sdiihnya , skrg stad ahmad pergi bntr lgi stad dol .
duuh , smpit khilangan 2 gru yg asiik
Assalaamu alaikum Wah sedih juga ya….
http://kemuliaan.co.cc